https://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/issue/feedJurnal Kebidanan Darmais (JKD)2026-06-30T02:56:00+00:00Lena Juliana Harahap, MKMjkddarmais@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Kebidanan Darmais (JKD)</strong> ISSN. 3025-8944 is an electronic journal published by the Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmais Padangsidimpuan, Indonesia. This journal contains scientific articles on Pregnancy, Childbirth, Childbirth, Neonates, Infants, Toddlers, and Preschoolers, Family Planning, Reproductive Health, Adolescent Health, Elderly Health, Mother Health, Child Health. <strong>JKD</strong> was first published in June 2023. This journal is published twice a year, namely in June and December. Accepted articles will be published with an In-Press number before publishing a regular number. Authors must comply with the writing guidelines in <strong>JKD</strong> to submit articles. Each author must register before submitting an article. And for those who already have an account at the <strong>JKD</strong>, you can directly log in.</p>https://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/492Pengaruh Gerakan Bridge pada Ibu Nifas terhadap Involusi Uteri di Desa Salambue Kota Padangsidimpuan2025-07-15T08:04:44+00:00Shiva Frizky Wanda Harahapshivapristiwanda@gmail.comMaryam Latifah Harahapmaryamlatifah@gmail.com<p>Gerakan <em>bridge </em>merupakan gerakan senam lantai yang bermanfaat menguatkan otot perut, pinggul, bokong, paha belakang, lutut, dan bahu dalam satu gerakan. Olahraga adalah salah satu cara terbaik meningkatkan suasana hati, memperkuat dan mengencangkan otot, serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Namun khususnya pada masa nifas berpotensi untuk pemulihan pada alat genetalia internal terutama dalam masa involusi uteri. Secara umum, kejadian perdarahan postpartum terjadi pada sekitar 5-20%, dengan angka tertinggi terjadi di negara berkembang dibandingkan negara maju seperti negara Singapura Jumlah Angka Kematian ibu tahun 2020 disebabkan perdarahan akibat darı kegagalan involusi uteri mencapai 7 per 100.000 kelahiran hidup Kejadian perdarahan postpartum di negara berkembang adalah 50-60% lebih tinggi darı kejadian atonia uteri (23-24%) dan retensio plasenta (16-17%). Tujuan penelitian untuk mengetahui kecepatan involusi uteri pada ibu nifas setelah melakukan gerakan bridge Di Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsıdimpuan Tahun 2024 Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quası eksprimen. Menggunakan desain penelitian Prettest posttest only desain. Tempat penelitian ini di Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Populasi penelitian scjumlah 7 orang ibu aifas. Sampel penelitian sebanyak 5 orang. Analisis data menggunakan analisa Univariat dan analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan adanya pengaruh gerakan bridge pada ibu nifas terhadap involusi uteri sebanyak 5 responden sebelum diberikan dengan presentase (19,20%) sesudahnya diberikan dengan presentase (10,80%), nilai p-value 0,001 artinya adanya pengaruh gerakan bridge pada ibu nifas terhadap involusi uteri.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Shiva Frizky Wanda Harahap, Maryam Latifah Harahaphttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/523Pengaruh Deep Back Massage terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif2026-03-09T03:16:26+00:00Husnul Khotimahlubisanakpertama@gmail.comLisna Khairani Nasutionlisnakhairaninasution.09@gmail.com<p class="muitypography-root" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; line-height: 18.0pt; background: white; margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 10.0pt; color: #172b4d;">Proses persalinan dimulai dengan kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan pada ibu yang sedang melahirkan. Nyeri merupakan masalah utama yang dialami oleh ibu bersalin. Nyeri persalinan terjadi akibat kontraksi atau pemendekan otot rahim, yang menimbulkan rasa sakit di daerah pinggang, perut, dan menjalar ke paha. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri persalinan adalah dengan menggunakan terapi non-farmakologi, seperti Deep Back Massage.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Deep Back Massage terhadap nyeri persalinan pada fase aktif kala I di Praktek Mandiri Bidan Olpia Rambe S.Keb.Bd di Kota Padangsidimpuan pada tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan pendekatan posttest-only control group, dengan sampel sebanyak 5 orang.Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 90% wanita hamil dan melahirkan mengalami nyeri dan ketakutan selama persalinan, sehingga berbagai cara dilakukan untuk membuat ibu merasa lebih nyaman dan mengurangi rasa sakit (Lilis dkk, 2020). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat nyeri persalinan sebelum diberikan Deep Back Massage adalah 3,40. Setelah pemberian Deep Back Massage pada fase aktif kala I, rata-rata nyeri menurun menjadi 1,80. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Deep Back Massage terhadap pengurangan nyeri persalinan pada fase aktif kala I dengan nilai p sebesar 0,003. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa D3 Kebidanan dalam pengabdian mereka kepada masyarakat.</span></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Husnul Khotimah, Lisna Khairani Nasutionhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/524Pengaruh Senam Pilates untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di Praktek Bidan Mandiri Merrylan Dalimunthe S.Tr.Keb Kabupaten Tapanuli Selatan2026-03-10T08:49:51+00:00Sakinah Nainggolansakinahnainggolan@gmail.com<p>Senam Pilates merupakan metode rehabilitasi yang bertujuan meningkatkan koordinasi dan stabilitas otot tubuh, serta banyak digunakan untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil. Data WHO melaporkan prevalensi nyeri punggung bawah saat kehamilan di Australia mencapai 70%, sementara di Malaysia sebanyak 36,5% ibu hamil mengalami nyeri ringan, 46% nyeri sedang, dan 17,5% nyeri berat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam pilates terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Bidan Merrylan Dalimunthe, Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pretest-posttest only dengan jumlah sampel 5 responden yang dipilih berdasarkan karakteristik umur, pendidikan, pekerjaan, agama, serta riwayat nyeri punggung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor nyeri sebelum senam pilates adalah 4,20, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 2,60. Uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,003, yang berarti terdapat pengaruh signifikan senam pilates terhadap penurunan nyeri punggung ibu hamil trimester III. Temuan ini mendukung pemanfaatan senam pilates sebagai terapi komplementer nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil menjelang persalinan. Disarankan agar ibu hamil rutin melakukan senam pilates serta memperoleh informasi yang memadai mengenai manfaatnya dari tenaga kesehatan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sakinah Nainggolanhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/525Pengaruh Rebusan Air Daun Sirih Hijau untuk Mengurangi Keputihan pada Ibu Hamil2026-04-22T17:43:50+00:00Marcella Lofezmarsellalovez03@gmail.comElvi Suryanielvisuryani@gmail.com<p>Sirih ialah tumbuhan orisinil indonesia yang tumbuh merambat atau menjulur di batang pohon lain. tidak hanya buat sekedar tanaman hias, daun sirih pun diyakini mampu mengatasi berbagai macam penyakit. Daun sirih dapat juga digunakan buat obat keputihan yang khasiat penyembuhannya pernah diuji secara klinis. seseorang perempuan lebih rentan mengalami keputihan di waktu hamil sebab pada ketika hamil terjadi perubahan hormonal yg keliru satu faktornya ialah peningkatan jumlah produksi cairan serta penurunan keasaman vagina. Tujuan: buat mengetahui imbas pemberian air rebusan daun sirih buat mengurangi keputihan pada bunda hamil. Metode: Jenis penelitian ini artinya quasy experiment menggunakan non equivalent control group. Penelitian dilakukan dengan menyampaikan intervensi pada gerombolan eksperimen berupa rebusan daun sirih, sedangkan pada grup control tidak diberikan. akibat: di grup eksperiman selisih penyembuhan keputihan mempunyai rata-rata 13,1. Di grup kontrol selisih penyembuhan keputihan mempunyai rata-rata 2.40. akibat uji statistik diperoleh p value sebanyak 7,560 < α (0,000), sebagai akibatnya ada disparitas selisih penyembuhan keputihan di gerombolan eksperimen serta control di PMB N.Sikumbang Am.Keb kecamatan padangsidimpuan tenggara (p=0,001). kesimpulan: Air rebusan daun sirih efektif buat mengurangi keputihan pada bunda hamil.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marcella Lofez, Elvi Suryanihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/566Pengaruh Pemberian Aromaterapi Esensial Oil Lavender terhadap Penurunan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Padangsidimpuan Tenggara2026-06-03T09:07:48+00:00Annisa Tanjungannisatanjung2507@gmail.comFatimahfatimahsstmkes@gmail.com<p>Emesis garavidarum adalah mual dan muntah selama masa kehamilan biasanya disebabkan oleh adanya perubahan yang terjadi dalam system endokrin yang terjadi selama masa kehamilan berlangsung dan terutama disebabkan oleh karena tingginya kadar HCG (Human Chorionic Ganadotrophin), sehingga memicu munculnya rasa mual muntah. Angka kejadian emesis gravidarum yang terjadi di dunia sangat beragam yaitu 10,8 %, di china 2,2%, dipakistan 1-3%, di Indonesia 1,9%,di norwegia 2,2%, di kanada 0,5% dan di amerika 2% (WHO,2019). Tujuan penelitian untuk Mengetahui Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Sesudah Diberikan Aromaterapi Esensial Oil Lavender Di desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksprimen (eksperimen semu). Menggunakan desain penelitian <em>Prettest posttest only</em> desain. Tempat penelitian ini Di desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Populasi penelitian sejumlah 5 orang ibu hamil trimester I. Sampel penelitian sebanyak 5 orang. Analisis data menggunakan Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian aromaterapi esensial oil lavender pada ibu hamil trimester I sebanyak 5 responden sebelum diberikan dengan presentase (11,8%0 sesudahnya diberikan dengan presentase (5,20%), nilai <em>p-value</em> 0,001 artinya adanya pengaruh Aromaterapi Esensial Oil Lavender Pada Ibu Hamil Trimester I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian aromaterapi esensial oil lavender dapat mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I yang mengalami Emesis Gravidarum.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Annisa Tanjung, Fatimahhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/564Pengaruh Akupresur Titik GV 3 terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III di Padangsdimpuan Tenggara2026-06-03T08:51:25+00:00Lya Mayansalyamayansasimamora@gmail.comElvi Suryanielvisuryani141@gmail.com<p>Kejadian nyeri punggung bawah pada ibu hamil dapat menyebabkan nyeri kronik dan stress pada ibu hamil sehingga meningkatkan resiko terjadinya persalinan peterm. Dampak dari persalinan peterm adalah bayi baru lahir berat rendah, pertumbuhan janin terhambat, dan komplikasi kelahiran prematur bagi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Akupresur Titik GV 3 Terhadap penurunan Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III Di Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2024. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05-08 Juli 2024 Di Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2024. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan Di Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode <em>accidental sampling </em>merupakan tehnik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu dengan siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Dapat diketahui bahwa rata- rata (<em>mean</em>) nyeri punggung bawah di Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara sebelum di lakukan Akupresur GV 3 adalah 3,75 dengan nilai minimal adalah 3 dan nilai maksimal adalah 4 dan rata- rata (<em>mean</em>) pada nyeri punggung sesudah dilakukan Akupresur GV 3 adalah 1,50 dengan nilai minimal adalah 1 dan nilai maksimal adalah 2 dengan nilai <em>p</em> 0,003. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan mayoritas pengetahuan ibu hamil trimester III masih kurang, sehingga diharapkan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan melalui tenaga kesehatan, media elektronik dan media cetak. </p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lya Mayansa, Elvi Suryanihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/626Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Asma Bronkial di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 20262026-06-22T13:06:02+00:00Leo Pardon Sipayunghamiddlubis@gmail.comMaslitamaslita14.03@gmail.com<p>Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang ditandai dengan hiperresponsivitas bronkus dan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup penderita akibat kekambuhan yang berulang sehingga mengganggu aktivitas fisik, psikologis, sosial, dan produktivitas. Berbagai faktor seperti alergi, perubahan cuaca, dan faktor keturunan diketahui berperan terhadap terjadinya kekambuhan asma. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien asma bronkial di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2026.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien asma bronkial yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor alergi ditemukan pada 16 responden (53,33%), faktor cuaca pada 19 responden (63,33%), dan faktor keturunan pada 18 responden (60%). Faktor cuaca merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas hidup pasien asma bronkial. Kesimpulan: Faktor alergi, perubahan cuaca, dan faktor keturunan berperan dalam memengaruhi kualitas hidup pasien asma bronkial. Perubahan cuaca merupakan faktor yang paling dominan sehingga diperlukan edukasi mengenai pengendalian faktor pencetus, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup penderita.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Leo Pardon Sipayung, Maslitahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/635Efektivitas Massage Perineum dengan Minyak Zaitun (Olive Oil) untuk Mencegah Robekan pada Ibu Hamil TM III 2026-06-26T01:44:27+00:00Tesa Ayu Julianatesaayu@gmail.comSri Malemnasrimalemna@gmail.comSerli Bahriserlibahri@gmail.comMeili Savitrimeilisavitri@gmail.comImelda Yuristiimeldayuristi@gmail.com<p>Robekan perineum merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada persalinan normal dan dapat menyebabkan perdarahan, nyeri, serta memperlambat proses pemulihan postpartum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko robekan perineum adalah massage perineum menggunakan minyak zaitun yang dapat meningkatkan elastisitas jaringan perineum. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage perineum dengan minyak zaitun (olive oil) terhadap pencegahan robekan perineum pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilannya di Klinik Sarpina Sinambela. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji t-dependent dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian massage perineum dengan minyak zaitun dapat meningkatkan elastisitas perineum sehingga menurunkan kejadian robekan perineum pada ibu bersalin dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan intervensi. Massage perineum dengan minyak zaitun efektif dalam mencegah robekan perineum pada ibu hamil trimester III. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu upaya persiapan persalinan untuk mengurangi trauma perineum saat proses persalinan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tesa Ayu Juliana, Sri Malemna, Serli Bahri, Meili Savitri, Imelda Yuristihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/636Pengaruh Rendaman Air Rebusan Kencur dengan Pijat Kaki terhadap Bengkak (Oedema) pada IIbu Hamil TM II2026-06-26T02:10:04+00:00Devina Humaira Pasaribudevinahumaira@gmail.comMeity Christianimeitychristiani@gmail.comYuni Hanasyunihanas@gmail.comNurmasitoh Nurmasitohnurmasitoh@gmail.comCut Dewi Sartikacutdewisartika@gmail.comHotasi Otana Claudia Lynn Simanjuntakhotasiotana@gmail.com<p>Edema in third-trimester pregnant women s a common complaint caused by physiological changes during pregnancy. Non-pharmacological therapies, such as soaking the feet n boiled aromatic ginger (Kaempferia galanga L.) water combined with foot massage, are believed to help reduce swelling naturally and safely. This study aimed to determine the effect of soaking the feet n boiled aromatic ginger water combined with foot massage on edema among third-trimester pregnant women. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 third-trimester pregnant women experiencing edema. The ntervention nvolved foot soaking n boiled aromatic ginger water combined with foot massage, administered five times within one week. The degree of edema was assessed before and after the ntervention using an observation checklist. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before the ntervention, the majority of respondents experienced Grade II edema (56.7%) and Grade V edema (33.3%). After the ntervention, no respondents experienced Grade V edema, and there was an ncrease n the number of respondents with Grade and Grade I edema. The Wilcoxon Signed Rank Test yielded a Z-value of -5.477 and a p-value of 0.000 (p < 0.05), ndicating a significant effect of the ntervention on reducing the degree of edema. n conclusion, soaking the feet n boiled aromatic ginger water combined with foot massage was effective n reducing the degree of edema among third-trimester pregnant women. This ntervention may be considered an alternative complementary therapy n midwifery care.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Devina Humaira Pasaribu, Meity Christiani, Yuni Hanas, Nurmasitoh Nurmasitoh, Cut Dewi Sartika, Hotasi Otana Claudia Lynn Simanjuntakhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/637Pengaruh Perawatan Tali Pusat Terbuka pada Bayi Neonatus terhadap Resiko Infeksi2026-06-26T02:33:05+00:00Rindy Arabella Margareta Andikarindyarabella@gmail.comMalisa Junimalisajuni@gmail.comTitin Patimahtitinpatimah@gmail.comHayatur Rida Sarihayaturrida@gmail.comAffan Solihinaffansolihin@gmail.comDara Maulida Panjaitandaramaulidapanjaitan@gmail.com<p>Umbilical cord infection (omphalitis) is one of the leading causes of neonatal morbidity and mortality. Improper umbilical cord care increases the risk of infection. Open umbilical cord care (dry cord care), which involves keeping the cord clean and dry without applying any substances, is recommended to prevent infection. This study aimed to determine the effect of open umbilical cord care on the risk of infection among neonates. A quantitative study with an observational analytic design was conducted. The study population included all neonates who received umbilical cord care. A total of 57 neonates were selected using the total sampling technique. Data were collected through observation sheets and analyzed using the Chi-Square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The findings showed that 39 neonates (68.4%) received open umbilical cord care, while 18 (31.6%) received closed cord care. Most neonates (80.7%) did not develop infection, whereas 19.3% experienced infection. Among those receiving open cord care, 38 infants (97.4%) remained infection-free, while only one infant (2.6%) developed infection. In contrast, 10 infants (55.6%) who received closed cord care experienced infection. Statistical analysis demonstrated a significant association between open umbilical cord care and a lower risk of neonatal infection (p < 0.05). In conclusion, open umbilical cord care is effective in reducing the risk of neonatal infection. This method is recommended for healthcare professionals and parents as a simple, safe, evidence-based, and cost-effective strategy to prevent umbilical cord infection and improve neonatal health outcomes during the early postnatal period.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rindy Arabella Margareta Andika, Malisa Juni, Titin Patimah, Hayatur Rida Sari, Affan Solihin, Dara Maulida Panjaitanhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/638Pengaruh Peran Serta Dukungan Suami dalam Memotivasi Istri terhadap Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil pada Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) 2026-06-26T02:52:49+00:00Armika Leora Butar-butararmikaleora@gmail.comSelvi Puspan Sariselvipuspan@gmail.com<p>Husband support has an mportant role for pregnant women to make antenatal care visits.Purpose of the study: to determine the relationship between husband support and pregnant women's compliance n antenatal care examination. This study s a quantitative research with a cross-sectional study approach. This research was conducted at murniati. The population n this study s 30 pregnant women with a total sampling technique, so that the sample n the study s 30 pregnant women. The method of data collection s using a questionnaire. Statistical analysis using chi square test. Results: showed that there was an influence of husband support with a p-value of 0.001 (<0.005) with pregnant women's compliance with antenatal care examinations. it was obtained that there was an influence of husband support with the pregnant woman's compliance with the ANC examination.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Armika Leora Butar-butar, Selvi Puspan Sarihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/639Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Ibu Hamil dengan Keteraturan Pemeriksaan Antenatal Care2026-06-26T03:00:33+00:00Kindi Meiastrinakindimeiastrina@gmail.comSelvi Puspan Sariselvipuspansari@gmail.com<p>Pregnancy s a crucial period n a woman's life that requires optimal medical attention to ensure the health of the mother and fetus. One form of care highly recommended during pregnancy s Antenatal Care (ANC). Objective: To determine the relationship between knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women and the regularity of antenatal care examinations. This research was quantitative with a cross-sectional approach. The population n this study was 30 pregnant women n their third trimester who underwent examinations used a total sampling technique, resulting n a sample of 30 pregnant women. Data collection used a questionnaire. Statistical analysis used the chi-square test. Results The study showed a relationship between knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women and the regularity of antenatal care check-ups, with a p-value of 0.001 (<0.005). There s a relationship between knowledge, attitudes, and behavior of pregnant women and the regularity of antenatal care check-ups.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Kindi Meiastrina, Selvi Puspan Sarihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/640Gambaran Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir2026-06-26T03:22:25+00:00Meilisya Pohanmeilisya@gmail.comUstifina Hasanah HasibuanHerfina87@gmail.comYosepin Rebetika Sinagayosepinrebetika@gmail.com<p>Neonatal tetanus is a life-threatening infection that may occur when the umbilical cord is cut with non-sterile instruments or when inappropriate cord care practices are applied. Improper cord care may also affect the duration of cord separation. This study aimed to explore umbilical cord care practices at the primary healthcare level and evaluate their role in preventing neonatal infection. A qualitative study with a descriptive case study approach was conducted involving midwives who routinely performed neonatal cord care in primary healthcare settings. Data were collected through observations and interviews and analyzed descriptively. The findings showed that midwives understood the objectives of cord care and the risks of infection. However, most participants continued to use 70% alcohol as the primary method of cord care. All observed newborns remained healthy, their umbilical cords dried appropriately, and no signs of infection were identified during the observation period. Cord care was consistently performed using sterile cotton and 70% alcohol, with cleaning from the base toward the tip of the cord once or twice daily until cord separation. Although the observed practice resulted in satisfactory clinical outcomes, it differs from the recommendations of the Indonesian Ministry of Health and the World Health Organization, which advocate dry cord care as the standard method. Greater adherence to evidence-based guidelines is recommended.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Meilisya Pohan, Ustifina Hasanah Hasibuan, Yosepin Rebetika Sinaga