https://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/issue/feedJurnal Kebidanan Darmais (JKD)2026-02-14T04:38:57+00:00Lena Juliana Harahap, MKMjkddarmais@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Kebidanan Darmais (JKD)</strong> ISSN. 3025-8944 is an electronic journal published by the Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmais Padangsidimpuan, Indonesia. This journal contains scientific articles on Pregnancy, Childbirth, Childbirth, Neonates, Infants, Toddlers, and Preschoolers, Family Planning, Reproductive Health, Adolescent Health, Elderly Health, Mother Health, Child Health. <strong>JKD</strong> was first published in June 2023. This journal is published twice a year, namely in June and December. Accepted articles will be published with an In-Press number before publishing a regular number. Authors must comply with the writing guidelines in <strong>JKD</strong> to submit articles. Each author must register before submitting an article. And for those who already have an account at the <strong>JKD</strong>, you can directly log in.</p>https://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/504Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Manfaat Teknik Rebozo Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan di Praktek Mandiri Bidan2025-09-25T05:04:30+00:00Putri Amelia Batubara Melibatubaraputriameliabatubara@gmail.co<h2>ABSTRAK</h2> <h2>Persalinan merupakan proses fisiologis berupa pengeluaran hasil konsepsi dari rahim. Kelahiran normal umumnya terjadi pada usia kehamilan aterm, saat janin telah siap dilahirkan. Proses ini sering disertai dengan sensasi nyeri, di mana faktor psikologis seperti stres, rasa cemas, dan ketakutan berpengaruh besar terhadap tingkat nyeri yang dirasakan ibu (Alhalidi, 2023). Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, kejadian persalinan lama berkisar antara 1–7%. Pada kala I fase aktif, ibu biasanya merasakan nyeri dengan skala 6–9, disertai kecemasan, kegelisahan, serta sulit beristirahat dengan tenang (Shondkh, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III terkait upaya mengurangi nyeri persalinan di Klinik Bidan Siti Aminah Am.Keb, Kota Padangsidimpuan, tahun 2024. Manfaatnya diharapkan dapat memperluas wawasan, menambah pengalaman, serta memberikan kontribusi positif bagi peneliti. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan teknik accidental sampling, melibatkan 26 responden yang dikaji berdasarkan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, paritas, serta sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–40 tahun (77%), dengan mayoritas memiliki pengetahuan kurang memadai (68%). Sebanyak 65% responden berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pengetahuan rendah juga ditemukan pada ibu hamil primipara dan sekunder (46%), serta pada responden yang memperoleh informasi dari media elektronik (46%). Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester III masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai manfaat teknik rebozo. Oleh karena itu, diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan mereka melalui dukungan tenaga kesehatan maupun media cetak.</h2> <h2> </h2> <h2>Kata kunci : Ibu Hamil Trimester III, Manfaat Teknik Rebozo, Nyeri Persalinan</h2> <p><strong> </strong></p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Putri Amelia Batubara Melibatubarahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/505Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif di Praktek Mandiri Bidan Olipia Kota Padangsidimpuan Tahun 20242025-09-25T06:45:39+00:00Rohima Hutabaratrohimahutabarat@gmail.com<p>Relaksasi merupakan suatu merilekskan tubuh, otak dari sebuah beban baik fisik maupun keyamanan sehingga membuat ibu lebih tenang dalam menghadapi proses melahirkan. Dengan cara seperti ini seluru sistem saraf dan organ pada tubuh serta pancaindera ibu mampu melepaskan segala ketegangan dalam keadaan ibu tetap (Safitri, 2020). Menurut Wort Healt Organization (WHO) di Negara maju seperti Australia 70% ibu yang mengalami nyeri saat dalam persalinan sehingga ibu sangat takut untuk melahirkan normal dan ibu memilih operasi caesar untuk menghindari nyeri persalinan dan ketakutan itu sendiri dapat menyebabkan ibu yang mengalami nyeri yang sangat intens. Penanganan nyeri persalinan di negara ini umumnya masih menggunakan terapi farmakologi seperti obat nalgesik dan apoid sistemik,, ang berefek samping dapat menimbulkan depresi pernafasan, kontipasi,, mual, dan muntah pada ibu (Dave, 20017). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu Tentang Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Teradap Tingkat Neri Persalinan Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif Di Praktek Mandiri Bidan Olipia Kota Padangsidimpuan Taun 2024. Penelitian yang digunakan adalah Quasi (eksprimen semu) menggunakan desain <em>prettes posttes only desain. </em>Tempat penelitian di Praktek Mandiri Bidan Olipia Kota Padangsidimpuan, populasi dan sampel sebanak orang Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif.Hasil penelitian menunukkan bahwa adana Pengaru Teknik Relaksasi Nafas Dalam dengan <em>mean.</em>3.83 dan sesudah dilakukannya Teknik Relaksasi Nafas Dalam dengan <em>mean</em> 2.33. Uji test Independen <em>p- value</em> adalah 0,001. Diharapkan Persalinan ibu inpartu kala I fase aktif mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam pelaksanaan Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Ibu Inpartu Kala I Fase Aktif</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rohima Hutabarathttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/510Gambaran Pola Diet Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 Dengan Hiperglikemia di RSU Haji Medan Tahun 20252025-12-24T14:57:47+00:00hamid lubishamiddlubis@gmail.com<p>Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Salah satu upaya pengendalian kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 adalah pengaturan pola makan berdasarkan prinsip 3J (jumlah, jenis, dan jadwal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan hiperglikemia di Rumah Sakit Umum Haji Medan tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola diet dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 21 responden (70%) memiliki pola diet terkontrol dan 9 responden (30%) memiliki pola diet tidak terkontrol. Meskipun sebagian besar responden telah menerapkan pola diet yang baik, kondisi hiperglikemia masih dipengaruhi oleh faktor lain seperti genetik, hormon, dan aktivitas fisik. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi dan pemantauan pola diet guna membantu pengendalian kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 hamid lubishttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/512Hubungan Ketersediaan Media Konseling Dengan Kualitas Bimbingan Konseling Terkait Materi Kesehatan Reproduksi Pada Calon Pasangan Suami Istri Di Kua Batang Angkola2026-01-20T04:07:54+00:00Lenajuliana Harahaplenajulianahrp@gmail.com<p>Bimbingan konseling pranikah merupakan salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kesiapan calon pasangan suami istri (catin) dalam memasuki kehidupan berkeluarga, baik dari aspek mental, sosial, maupun kesehatan reproduksi. Kualitas bimbingan konseling tidak hanya diukur dari tersampaikannya materi, tetapi juga dari sejauh mana materi tersebut dipahami, diterima, dan mampu memengaruhi sikap serta kesiapan calon pasangan suami istri dalam merencanakan kehidupan reproduksi dan keluarga secara sehat. Berbagai faktor diketahui dapat memengaruhi kualitas bimbingan konseling pranikah, antara lain ketersediaan media edukasi, suasana konseling, serta partisipasi aktif peserta bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan media konseling dengan kualitas bimbingan konseling terkait materi kesehatan reproduksi pada calon pasangan suami istri di KUA Batang Angkola, menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat, menggunakan uji <em>chi square</em> dengan tingkat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan media konseling dengan kualitas bimbingan konseling kesehatan reproduksi pada calon pasangan suami istri di KUA Batang Angkola. Oleh karena itu, diperlukan upaya menyediakan media edukasi yang memadai dan relevan, serta menerapkan metode konseling yang lebih partisipatif dan interaktif</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Lenajuliana Harahaphttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/519HUBUNGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI (Fe) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS AEK PAROMBUNAN TAHUN 20252026-02-13T05:56:34+00:00jenni susi sihitejennisusi605@gmail.com<h1><strong>ABSTRAK</strong></h1> <p>Anemia adalah masalah kesehatan global yang mempengaruhi wanita usia subur, wanita hamil, remaja perempuan, dan anak kecil di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kekurangan zat besi merupakan penyebab yang sangat umum terjadinya anemia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 27,7% ibu hamil mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 44 responden. Analisa data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p=0,004), dukungan keluarga (p=0,000), dan motivasi (p=0,013) dengan kejadian anemia. Disarankan agar dilakukan pemberian konseling kepada ibu hamil agar merasa didukung dan termotivasi dalam mengkonsumsi tablet Fe untuk mencegah anemia.</p> <p>Kata kunci: Kepatuhan, Tablet Fe, Anemia, Ibu Hamil</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 jenni susi sihitehttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jkd/article/view/521HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS AEK HABIL TAHUN 20252026-02-14T04:38:57+00:00lely desi uli basanalelysitumeang123@gmail.com<p>Kurang Energi Kronis (KEK) adalah suatu keadaan kekurangan makanan dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan ukuran Indeks Massa Tubuhnya (IMT) di bawah normal <17,00 untuk orang dewasa. Anemia Adalah kondisi kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen untuk jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui hubungan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.pengambilan sampel yang diambil yaitu menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 46 responden. Pengumpulan data diambil dari data primer dan sekunder. Analisa data yang di gunakan yaitu analisa univariat dan bivariat menggunakan <em>uji chi-square. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden yang diteliti dapat dilihat bahwa dari 24 orang ibu hamil yang mengalami KEK (LILA < 23,5 cm), sebanyak 10 orang (41,7%) mengalami anemia dan 14 orang ( 58,3%) tidak mengalami anemia. sementara itu dari 22 orang ibu hamil yang memiliki status gizi normal (LILA ≥ 23,5 cm), sebanyak 18 orang ( 81,8%) yang mengalami anemia dan hanya 4 orang yang (18,2%) yang tidak mengalami anemia. Secara keseluruhan, dari 46 responden terdapat 28 orang (60,9%) yang mengalami anemia dan 18 orang (39,1%) yang tidak mengalami anemia. dengan nilai signifikan p - value = 0,007 ( p < 0,05).sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) di terima dan (Ho) di tolak. sebagai kesimpulan dari Hasil ini menunjukkan bahwa anemia tidak hanya terjadi pada ibu hamil dengan status KEK, tatapi juga cukup tinggi pada ibu hamil yang tidak mengalami KEK</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 lely desi uli basana