https://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Darmais (JPMD)2026-06-30T01:51:46+00:00Lena Juliana Harahap, MKMjpmddarmais@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Darmais (JPMD) e-ISSN. 2963-3559 is a journal published by the Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Darmais Padangsidempuan. The Darmais Community Service Journal accommodates the publication of the results of Community Service activities carried out by lecturers and community service practitioners as a manifestation of the Tri Dharma of Higher Education. Jurnal Pengabdian Masyarakat Darmais (JPMD) is an electronic journal that is professionally managed using the Open Journal System, published 2 times a year, in June and Desember.</p>https://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/592Edukasi Cuci Tangan 6 Langkah Untuk Meningkatkan Kebersihan Tangan pada Anak-Anak Desa Janji Mauli MT Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan 2026-06-04T11:02:36+00:00Syifa SalsabilahSyifassbl03@gmail.com<p>Mencuci tangan merupakan langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan dengan mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.Menurut WHO, ada enam langkah mencuci tangan yang benar. Waktu mencuci tangan yang disarankan adalah 30-60 detik. Sebaiknya selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menggunakan toilet, bermain, serta sebelum dan sesudah beraktivitas.penyampaian materi edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi sehingga penyampaian materi lebih informatif, materi menjadi lebih mudah dipahami, tidak membosankan, suasana penyampaian edukasi menjadi interaktif dan menyenangkan. Anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah Dimana anak bisa belajar menimba hilmu serta berinteraksi dengan teman sebaya dan aneka ragam kegiatan bersama warga lingkungan sekolah yang lainnya. Jika sekolah tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan risiko penularan penyakit. Anak usia sekolah juga merupakan masa dimana mereka lebih rentan terhadap penyakit, Anak yang tidak mencuci tangan dengan sabun dapat tertular kuman di tangannya sehingga dapat menimbulkan penyakit seperti ISPA, COVID-19, diare, dan parasit. Tujuan dari edukasi ini untuk meingkatkan pengetahuan, pemahaman dan kebiasaan cuci tangan para siswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Syifa Salsabilahhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/603Edukasi Pengelolahan Sampah Rumah Tangga Melalui Pembakaran Terkontrol Untuk Mengurangi Pembuangan Sampah Ke Sungai Desa Janji Mauli MT Kecamatan Angkola Muaratais Kabupataen Tapanuli Selatan 2026-06-10T02:03:32+00:00Fadly Hasyimfadlyhasim880@gmail.com<p>Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Janji Mauli MT. Kebiasaan membuang sampah ke sungai berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas air, serta mengganggu kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang tepat menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya perilaku tersebut. Oleh karena itu, kegiatan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembakaran terkontrol dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi pembuangan sampah ke sungai dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi mengenai pengelolaan sampah dan teknik pembakaran terkontrol yang lebih aman dibandingkan pembakaran terbuka. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Janji Mauli MT sebagai sasaran utama program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dampak negatif pembuangan sampah ke sungai serta pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Antusiasme peserta selama kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan guna menjaga kebersihan lingkungan Desa Janji Mauli MT</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fadly Hasyimhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/507Tumbler Sebagai Simbol Gaya Hidup Berkelanjutan pada Gen Z2025-12-23T08:38:36+00:00Nurul Mawaddah Panenurul13mawaddah@gmail.comTina Khairani Harahapkhairanitina7@gmail.comHasni Fitrihasnifitri2020@gmail.comNofriyani Putrinofriyaniputri23@gmail.comSyarif AlBarak Harahapsyarifalbarakharahap@gmail.comNurmawan Harahapnurmawanharahap823@gmail.comLia Junita Harahapliajunitahrp@uinsyahada.ac.id<p>Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang akrab dengan teknologi, peduli terhadap isu lingkungan, dan memiliki kecenderungan mengikuti tren gaya hidup berkelanjutan. Salah satu wujud nyata kepedulian tersebut adalah penggunaan tumbler sebagai alternatif pengganti botol plastik sekali pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tumbler dipandang sebagai simbol gaya hidup berkelanjutan pada generasi Z, serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mereka dalam mengadopsinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tumbler di kalangan generasi Z tidak hanya didorong oleh kesadaran ekologis, tetapi juga dipengaruhi oleh citra sosial, tren media sosial, serta nilai kepraktisan. Tumbler dipersepsikan sebagai representasi identitas modern yang ramah lingkungan sekaligus simbol partisipasi dalam gerakan sustainability. Dengan demikian, tumbler memiliki makna lebih luas daripada sekadar wadah minum, yakni sebagai penanda gaya hidup berkelanjutan generasi Z.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurul Mawaddah Pane, Tina Khairani Harahap, Hasni Fitri, Nofriyani Putri, Syarif AlBarak Harahap, Nurmawan Harahap, Lia Junita Harahaphttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/508Edukasi Stop Bullying dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa2025-12-23T08:44:14+00:00Ummu Atikah Nasutionummuatikah749@gmail.comSinta Audia Sihombingsintaaudiasihombing@gmail.comDela Yulliyanidelayulliyani06@gmail.comNurzanna Hasibuannurjannahhasibuan928@gmail.comAnisa Aulia Siregarannisahnisah316@gmail.comLia Junita Harahapliajunitahrp@uinsyahada.ac.id<p>Kasus bullying yang masih sering muncul di lingkungan sekolah memberikan dampak besar terhadap kesehatan mental peserta didik. Bullying bukan hanya menurunkan rasa percaya diri dan motivasi belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan psikologis yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi stop bullying dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan edukasi stop bullying mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif bullying, menumbuhkan sikap berani untuk melaporkan kasus, serta memperkuat rasa saling menghargai antar individu di sekolah. Program ini juga berpengaruh positif terhadap kesehatan mental siswa, ditunjukkan dengan meningkatnya rasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam berinteraksi di lingkungan belajar. Dengan demikian, edukasi stop bullying dapat dijadikan salah satu strategi penting untuk mencegah tindakan intimidasi sekaligus menciptakan iklim sekolah yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan psikologis siswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ummu Atikah Nasution, Sinta Audia Sihombing, Dela Yulliyani, Nurzanna Hasibuan, Anisa Aulia Siregar, Lia Junita Harahaphttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/511Pemanfataan Limbah Pasar Organik Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pupuk Kompos Ramah Lingkungan.2026-01-05T02:19:59+00:00Dian Aprilia Noanadianaprilianoana30@gmail.comYuni Tiara Sariyunitiarasaritanjung@gmail.comAyunda Sarisayunda512@gmail.comDerland Aminah Harahapharahapaminah66@gmail.comYani Mutiahyanimutiah11@gmail.comNayla Aysarahnailapasaribu7@gmai.comLia Junita Harahapliajunitahrp@uinsyahada.ac.id<p>Limbah sayuran di Pasar Impres Padangmatinggi adalah salah satu sampah hasil kegiatan pasar yang mengandung bahan-bahan organik berupa karbohidrat, protein dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah limbah sayuran di Pasar Impres Padangmatinggi dan potensinya sebagai pupuk organik cair. Komposisi limbah sayuran antara lain limbah sayur bayam, kangkung, sawi putih, sawi hijau, kangkung, tomat dsb. Namun, upaya pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair masih sangat terbatas. Proses pembuatan POC dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya metode fermentasi anaerob dan aerob dengan penambahan MOL atau starter. Untuk pelaksanaannya, metode pembuatan POC disesuaikan dengan kondisi dan jumlah bahan. Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini adalah pupuk organik cair yang memiliki kandungan N,P,K sesuai standar SNI tentang pupuk yang ditetapkan pemerintah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dian Aprilia Noana, Yuni Tiara Sari, Ayunda Sari, Derland Aminah Harahap, Yani Mutiah, Nayla Aysarah, Lia Junita Harahaphttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/528Pendidikan Kesehatan Tentang Manfaat Rebusan Buah Pepaya Untuk Meningkatkan Produksi ASI di PMB Nelly Tahun 20252026-04-30T04:30:52+00:00Lola Pebrianthylolapebrianthy@gmail.comSarli Saragihsarlisaragih@gmail.comNurelilasari Siregarelila2103@gmail.comFebrina Angraini Simamorafebrina.angraini@yahoo.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rendahnya produksi ASI menyebabkan sebagian ibu memilih memberikan susu formula lebih awal. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka tujuan pemberian ASI eksklusif sulit tercapai. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang aman, mudah didapat, murah, dan dapat diterapkan oleh masyarakat untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah buah pepaya. Pepaya mengandung senyawa fitokimia yang diduga berperan sebagai laktagogum alami, yaitu zat yang dapat membantu merangsang produksi ASI melalui peningkatan hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan ibu tentang Manfaat Rebusan Pepaya Terhadap Peningkatan Produksi ASI. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Rebusan Pepaya Terhadap Peningkatan Produksi ASI di PMB Nelly Kota Padangsidimpuan Tahun 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung diperoleh hampir seluruh peserta telah paham dan sangat tertarik pada edukasi yang diberikan. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara meningkatkan produksi ASI sehingga pemberian ASI Eksklusif dapat tercapai.</span></span></span></span></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lola Pebrianthy, Sarli Saragih, Nurelilasari Siregar, Febrina Angraini Simamorahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/537Edukasi Pemanfaatan dan Pelatihan Teh Herbal untuk Membantu Mengontrol Tekanan Darah di Desa Muara Tais 1 Kabupaten Tapanuli Selatan2026-06-03T03:16:27+00:00Rodiah Natatabellaamalia67@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami masyarakat dan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak dikendalikan dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai minuman kesehatan masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai manfaat teh herbal dalam membantu mengontrol tekanan darah serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan teh herbal berbahan jahe dan daun pandan, serta diskusi bersama masyarakat Desa Muaratais 1. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman herbal, cara pengolahan teh herbal yang sederhana, serta pemanfaatannya sebagai minuman sehat pendukung pengendalian tekanan darah dan pemeliharaan kesehatan sehari-hari.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rodiah Natatahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/539Pembuatan Banner Edukasi Bahaya Narkoba Sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sipangko Kabupaten Tapanuli Selatan2026-06-03T03:01:11+00:00Nur Azizah Panenura97654@gmail.com<p>Penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius bagi masyarakat desa, terutama remaja dan usia produktif. Sebagai upaya pencegahan, mahasiswa KKN Universitas Aufa Royhan melaksanakan pembuatan dan pemasangan banner edukasi bahaya narkoba di Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, pemasangan banner di lokasi strategis, dan evaluasi respons masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba serta dukungan pemuda dan perangkat desa dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba. Banner edukasi diharapkan menjadi media informasi dan pengingat bagi masyarakat untuk menjauhi narkoba.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Azizah Panehttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/540Restorasi Taman Toga Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Masyarakat di Desa Sipangko Kabupaten Tapanuli Selatan2026-06-03T03:07:04+00:00Ilham Daninura97654@gmail.com<p>Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sarana edukasi kesehatan berbasis lingkungan yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanaman herbal. Mahasiswa KKN Universitas Aufa Royhan melaksanakan kegiatan restorasi Taman TOGA di Desa Sipangko sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Kegiatan meliputi pembersihan, penataan kembali taman, penanaman tanaman obat, serta edukasi mengenai manfaat tanaman herbal. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memanfaatkan TOGA sebagai alternatif pendukung kesehatan keluarga.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ilham Danihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/542Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Bunga Hias Berbasis Daur Ulang di Desa Pargarutan Tonga2026-06-03T03:47:37+00:00Herlina Agustinaherlinaritonga13@gmail.com<p>Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan dan kemandirian masyarakat melalui kegiatan yang bersifat produktif dan berkelanjuta. Salah satu bentuk implementasinya dapat dilakukan melalui pelatihan berbasis keterampilan kreatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga jadi produk nilai guna. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat desa pargarutan tonga dalam mengolah limbah plastic khusus nya botol dan gelas air mineral bekas, menjadi bunga hias sebagai produk edukatif yang memiliki nilai estetik. Metode pelaksanaan kegiatan mmenggunakan pendekatan parsitipatif dengan tehnik praktik lansuung (hands- on training) yang melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan limbah plastic serta kemampuan dasar dalam menghasilkan produk kerajinan sederhana. Selain itu, kegiatan inij juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesadran lingkungan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetrapi mendukung upaya pemeberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Herlina Agustinahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/546Pemberdayaan Remaja Muara Tais Melalui Pemanfaatan Kain Perca Menjadi Sarung Bantal Kreatif Sebagai Upaya Pengurangan Limbah Tekstil dan Peningkatan Nilai Ekonomi di Desa Muara Tais 1 Kabupaten Tapanuli Selatan2026-06-03T03:59:50+00:00Putri Permata Sariputripermatas971@gmail.com<p>Permasalahan limbah tekstil semakin meningkat, terutama limbah kain perca yang berasal dari usaha jahit dan konveksi rumahan yang sering dibuang tanpa pengelolaan yang tepat. Kain perca termasuk limbah yang sulit terurai sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dimanfaatkan kembali. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dilakukan pelatihan pemanfaatan kain perca menjadi sarung bantal yang bernilai guna dan memiliki nilai ekonomis bagi remaja Desa Muaratais 1. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan, praktik pembuatan, dan pendampingan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah limbah kain perca menjadi produk kreatif, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi jumlah limbah tekstil.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Permata Sarihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/550Pelatihan Pembuatan Bedak Dingin Berbahan Alami Masyarakat Desa Basilam Baru Kecamatan Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan2026-06-03T06:22:47+00:00Melia Efrianahalimahnurray06@gmail.com<p>Desa Basilam Baru, Kecamatan Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan desa pertanian yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dengan paparan sinar matahari langsung yang tinggi. Keterbatasan akses terhadap produk perawatan kulit yang terjangkau serta belum optimalnya pemanfaatan bahan baku lokal (beras, temulawak, dan cengkeh) mendorong Tim KKN Kelompok 21 Universitas Aufa Royhan untuk melaksanakan program pelatihan pembuatan bedak dingin berbahan alami. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal menjadi produk kosmetik tradisional bernilai tambah tinggi, sekaligus membuka peluang usaha baru. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan langsung (praktik) yang diikuti oleh ± 10 ibu rumah tangga dan pemuda desa pada minggu ketiga pelaksanaan KKN. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi bedak dingin secara mandiri, memahami teknik pengolahan dari sortasi bahan, pencampuran, pengeringan, hingga penggilingan, serta antusias untuk mengembangkan produk tersebut sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan, diversifikasi ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Melia Efrianahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/552Edukasi Penerapan Cuci Tanggan Pakai Sabun (CTPS) dalam Menekan Resiko Penyakit Menular2026-06-03T05:00:37+00:00Nurul Andini Agusty Nasutionnurulandini0838@gmail.comImro Aitul Husna Harahaphusnaharahap2005@gmail.comFahri AkbarFahriAkbar01@gmail.comYestiana Dewiyestianadewi4@gmail.comHafani Agustindheahapani138@gmail.comDini Adelina Parinduridiniadelinaparinduri@gmail.com<p>Cuci tangan pakai sabun (CTPS) adalah metode efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan meng evaluasi penerapan CTPS pada siswa di Desa Marisi. Metode penelitian sosialisasi, praktik CTPS, dan pemantauan perilaku siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik mencuci tangan pada siswa. Partisipasi aktif masyarakat dan pendampingan mahasiswa KKN memperkuat implementasi program ini. Kesimpulannya, penerapan CTPS secara terstruktur meningkatkan kesadaran kesehatan dan mengurangi risiko penyakit menular</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurul Andini Agusty Nasution, Imro Aitul Husna Harahap, Fahri Akbar; Yestiana Dewi; Hafani Agustin, Dini Adelina Parindurihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/553Pelatihan Pemanfaatan Kain Perca Menjadi Scrunchie dengan Teknik Jahit Tangan2026-06-03T05:06:51+00:00Fitri Nur Ainifitrinuraini190505@gmail.com<p>Kain perca adalah sisa potongan kain dari kegiatan menjahit dan produksi pakaian yang sering tidak dimanfaatkan secara optimal. Pelatihan pemanfaatan kain perca menjadi ikat rambut (scrunchie) dengan teknik jahit tangan bertujuan memberikan keterampilan praktis bagi siswa SMA di Desa Marisi, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan minat wirausaha sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026 dan diikuti oleh 22 siswa. Metode pelaksanaan mencakup persiapan alat dan bahan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi hasil karya peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami fungsi kain perca sebagai bahan kerajinan, mengikuti tahapan pembuatan scrunchie, serta menghasilkan produk yang rapi dan bernilai kreatif. Pelatihan ini memberikan pengalaman praktik langsung, meningkatkan keterampilan menjahit dasar, serta kesadaran akan pemanfaatan limbah tekstil. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi sarana pemberdayaan siswa dan potensi pengembangan usaha kreatif berbasis limbah kain.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitri Nur Ainihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/554Efektivitas Edukasi Kesehatan tentang Menstruasi Pada Siswi SMK 1 Angkola Timur2026-06-03T05:28:38+00:00Nur Azizah Batubaraazizahhbatubatara16@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">menstruasi merupakan kondisi yang sering dialami oleh remaja putri,Kurangnya pengetahuan mengenai menstruasi dapat menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan pada remaja. Kegiatan edukasi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menstruasi Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan siswi terkait dengan menstruasi, gangguan menstruasi, siklus menstruasi, perawatan alat kelamin saat menstruasi, pemeliharaan kebersihan diri, serta meningkatkan motivasi siswa dalam menjaga kesehatan reproduksi saat menstruasi. kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada remaja putri siswi SMK N 1 Angkola Timur. Jumlah siswi yang mengikuti acara yaitu sekitar 26 orang. Waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama 1 jam pada hari Kamis 21 Mei 2026 pukul 09.00wib-selesai. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan kesehatan dan pemaksaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah dengan menggunakan slide power point.</span></span></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Azizah Batubarahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/559Budidaya Tanaman Obat Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat di Desa Pargarutan Jae2026-06-03T08:21:21+00:00Dela Anisyah Rizki Nasutiondelaanisyahnasution@gmail.com<p>Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA di Desa Pargarutan Jae. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan observasi, koordinasi, persiapan lahan, penanaman, dan sosialisasi pada tanggal 31 Mei–2 Juni. Sebanyak 10 orang dari 613 kartu keluarga berpartisipasi dalam kegiatan budidaya sembilan jenis tanaman obat, yaitu jahe, serai, kumis kucing, lengkuas, kunyit kuning, kunyit putih, lidah buaya, bakung putih, dan cocor bebek. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya satu kebun TOGA pada lahan kosong milik warga dengan tingkat partisipasi masyarakat sebesar 1,63%. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat tanaman obat keluarga dan pemanfaatan lahan secara produktif. Dengan demikian, budidaya TOGA dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dela Anisyah Rizki Nasutionhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/563Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 3 Angkola Timur Desa Panompuan Jae 20262026-06-03T08:51:31+00:00Putri Sri Wahyuni Lubisputrisriwahyuni69@gmail.com<p>Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, menurunnya daya tahan tubuh, serta berdampak terhadap kesehatan reproduksi di masa mendatang. Rendahnya pengetahuan mengenai anemia, pola makan bergizi seimbang, dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia pada remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia di SMP Negeri 3 Angkola Timur Desa Panompuan Jae. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan kesehatan, edukasi gizi, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 20 siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan. Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 43% menjadi 89%, sedangkan kategori kurang menurun dari 22% menjadi 2%. Kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya pencegahan anemia melalui pola makan bergizi dan konsumsi tablet tambah darah secara rutin.<br />Kata kunci: Anemia, remaja putri, penyuluhan kesehatan, tablet tambah darah</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Sri Wahyuni Lubishttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/565Pendampingan Masyarakat dalam Pengadaan dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Dusun Kantin Desa Pargarutan Dolok.2026-06-03T09:07:45+00:00Hunayna Ahza Sinagahunaynaahza292@gmail.comJuliansyahmencaripengetahuan74@gmail.comPoppy Wahyuni Tanjungwahyunipoppy683@gmail.comTiwi Amandatiwiamanda1607@gmail.comNur Lisnalisnaanst23@gmail.com<p>Tanaman obat keluarga atau biasa disebut TOGA dan biasa juga disebut dengan nama apotek hidup merupakan tanaman beberapa jenis tanaman obat pilihan yang dapat ditanam di pekarangan rumah atau lingkungan rumah.Tanaman obat yang dipilih biasanya tanaman yang dapat dipergunakan untuk pertolongan pertama atau obat-obatan ringan seperti demam, batuk, mengurangi peradangan maupun untuk meningkatkan imunitas tubuh. Keberadaan tanaman obat dilingkungan rumah sangat penting sebagai upaya pertolongan pertama untuk mengatasi sakit , terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses mudah ke pelayanan medis seperti klinik, puskesmas ataupun rumah sakit.</p> <p>Pembuatan tanaman obat keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan obat tradisional dengan melakukan penanaman tanaman obat keluarga. Kegiatan penanaman TOGA dilaksanakan di Dusun Kantin Pargarutan Dolok pada tanggal 24, 25, dan 26 Mei 2026 dengan metode observasi, persiapan bahan, pembuatan tempat penanaman, penanaman tanaman obat, serta evaluasi kegiatan. Bahan yang digunakan meliputi bambu, kayu, tanah, dan berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, dan daun sirih. Pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama masyarakat setempat sehingga tercipta partisipasi aktif dalam proses penanaman dan perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami manfaat tanaman obat keluarga dan mampu memanfaatkan tanaman tradisional sebagai alternatif pengobatan sederhana. Selain itu, kegiatan ini berhasil menciptakan area TOGA yang tertata dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat. Dengan demikian, program penanaman TOGA dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hunayna Ahza Sinaga, Juliansyah, Poppy Wahyuni Tanjung, Tiwi Amanda, Nur Lisnahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/567Sosialisasi Mitigasi Bencana Banjir Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat di Desa Huraba2026-06-03T10:28:18+00:00Wildan Yusuf Lubisywildan590@gmail.comDyna Nabiladynanabilah2023@gmail.comRomansahrohmansyahlubis002@gamil.comHarun Abadiabadisiregar03@gmail.comDina Valentinadinavalentina67@gmail.com<p>Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi akibat tingginya curah hujan, tersumbatnya saluran air, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian material, dan mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan sosialisasi mitigasi bencana banjir. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aufa Royhan di Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur. Kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab banjir, dampak banjir, cara pencegahan, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum dan sesudah terjadinya banjir. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung, diskusi bersama masyarakat, dan sesi tanya jawab mengenai mitigasi bencana banjir. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, menjaga vegetasi di sekitar bantaran sungai, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon yang positif dan antusias selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Masyarakat mulai memahami pentingnya mitigasi bencana serta peran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko banjir. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Huraba dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana banjir dalam kehidupan sehari-hari.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wildan Yusuf Lubis, Dyna Nabila, Romansah, Harun Abadi, Dina Valentinahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/569Edukasi Door to Door Hipertensi dan Senam Anti Hipertensi pada Lansia Tahun 20262026-06-03T09:51:11+00:00Putri Huzaimah Hasibuanputrihasibuan040@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, serta gagal ginjal. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta memperkenalkan senam anti hipertensi sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan <em>door to door</em> dengan memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung kepada lansia di Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Edukasi meliputi pengertian hipertensi, tanda dan gejala, faktor risiko, komplikasi, pencegahan, pola hidup sehat, serta demonstrasi senam anti hipertensi. Selain itu, dilakukan pemeriksaan tekanan darah pada peserta lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 18 lansia yang diperiksa, 9 mengalami hipertensi, 3 hipotensi, dan 7 tekanan darah normal. Setelah diberikan edukasi, lansia mampu memahami pentingnya menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, serta melakukan senam anti hipertensi secara teratur untuk membantu mengontrol tekanan darah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Huzaimah Hasibuanhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/570Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Upaya Meningkatkan Cuci Tangan dan Menyikat Gigi pada Anak Desa Huta Holbung Kecamatan Angkola Muaratais Paud Al Manab2026-06-03T10:25:03+00:00Tania Ajeng Safitritaniaharahap584@gmail.com<p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini. Anak usia taman kanak-kanak (TK) merupakan kelompok yang masih berada pada tahap perkembangan dan pembentukan kebiasaan, sehingga memerlukan pendidikan serta pembiasaan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri. Salah satu bentuk PHBS yang sangat penting diterapkan pada anak TK adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar dan menyikat gigi secara rutin serta tepat. Namun, pada kenyataannya masih banyak anak TK yang belum memahami pentingnya menjaga kebersihan diri. Kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, maupun setelah menggunakan toilet dapat menyebabkan anak mudah terserang penyakit seperti diare, cacingan, dan infeksi saluran pencernaan. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi yang tidak benar atau tidak rutin juga dapat menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti gigi berlubang, bau mulut, serta nyeri gigi yang dapat mengganggu aktivitas dan proses belajar anak di sekolah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tania Ajeng Safitrihttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/571Pemeliharaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Desa Huta Holbung, Kec. Angkola Muaratais, Kab. Tapanuli Selatan2026-06-03T10:42:28+00:00Sadiahsadiahd616@gmail.com<p>Artikel ini membahas tentang pemeliharaan tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Huta Holbung sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat serta mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan partisipatif melalui gotong royong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan TOGA mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman obat, memperindah lingkungan rumah, serta membantu masyarakat dalam pengobatan tradisional. Tanaman yang banyak dibudidayakan meliputi sambung nyawa, pecah beling, alamanda, daun landik, lidah buaya, pandan wangi, alpukat, kunyit, pohon kayu putih, kemangi, daun insulin, . Program pemeliharaan TOGA juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sadiahhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/574Penyuluhan tentang Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)2026-06-03T16:42:36+00:00Ayu Wanda123ayuwanda@gmail.com<p>Perilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dilalukan berdasarkan kesadaran hasil pembelajaran,sehingga individu,keluarga,kelompok,maupun masyarakat ,mampu menjaga dan menolong diri sendiri dalam bidang kesehatan serta berperan aktif dalam meningkatkan drajat kesehatan masyarakat.oleh karena itu,PHBS mencangkup banyak perilaku kesehatan yang perlu diterapkan untuk mencapai kondisi kesehatan masyarakat yang optimal.</p> <p>Salah satu indikator penting dalam PHBS adalah cuci tangan pake sabun (CTPS).CTPS adalah kegiatan membersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun untuk menghilangkan kotoran,debu,serta kuman yang dapat menyebabkan penyakit,seperti diare dan kecacingan pada anak .CTPS juga menjadi bagian dari indikator PHBS disekolah yang berkaitan erat dengan program usaha kesehatan sekolah (UKS).Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan peserta didik sekaligus menjaga lingkungan sekolah tetap sehat.Dasar hukumnya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ayu Wandahttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/576Edukasi Ketahanan Pangan dalam Menghadapi Bencana pada Masyarakat Desa Basilam Baru, Kecamatan Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan2026-06-04T01:20:58+00:00Nurhalimahhalimahnurray06@gmail.com<p>Desa Basilam Baru, Kecamatan Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan desa pertanian yang sangat bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber pendapatan utama, sehingga rentan terhadap ancaman krisis pangan akibat bencana alam. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang ketahanan pangan, belum adanya sistem lumbung pangan desa, serta terbatasnya keterampilan pengolahan dan penyimpanan pangan tahan lama mendorong Tim KKN Kelompok 21 Universitas Aufa Royhan untuk melaksanakan program edukasi ketahanan pangan dalam menghadapi bencana. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya cadangan pangan darurat, mengembangkan lumbung pangan desa, memperkenalkan teknik diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, serta melatih keterampilan pengolahan dan penyimpanan pangan tahan lama. Kegiatan dilaksanakan selama tiga minggu (minggu kedua hingga minggu keempat KKN) melalui metode penyuluhan, demonstrasi, pembentukan kelompok pengelola lumbung pangan, dan penanaman tanaman pangan di lahan pekarangan. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat mendapatkan edukasi diversifikasi pangan, memahami cara membangun cadangan pangan rumah tangga, dan beberapa keluarga mulai memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan. Program ini berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhalimahhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/578Mewujudkan Keluarga Sehat dan Terencana Melalui Edukasi Keluarga Berencana pada Wanita Usia Subur di Desa Pargarutan Julu Kecamatan Angkola Timur 20262026-06-04T01:58:55+00:00Lisdayani Siregarlisdasiregar683@gmail.com<p>Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pengaturan jumlah dan jarak kelahiran anak. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai metode kontrasepsi masih menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan pada wanita usia subur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Pargarutan Julu Kecamatan Angkola Timur dengan tujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur mengenai keluarga berencana dan metode kontrasepsi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi pengertian keluarga berencana, manfaat KB, jenis kontrasepsi hormonal dan non hormonal, efektivitas alat kontrasepsi, serta efek samping penggunaan kontrasepsi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi dalam mengatur jarak kehamilan dan menjaga kesehatan reproduksi. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu edukasi kesehatan mengenai keluarga berencana mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur tentang pentingnya penggunaan kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi kesehatan guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lisdayani Siregarhttps://ejournal.stikesdarmais.ac.id/index.php/jpmd/article/view/633Pelatihan Kader Posyandu dalam Meningkatkan Pendidikan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Ibu Balita di Desa Purbatua Pijorkoling (Pk) Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan Tahun 2026 2026-06-24T01:22:05+00:00Nurhanifah Siregarejournal@stikesdarmais.ac.idLena Juliana Harahaplenajulianahrp@gmail.com<p>Kesehatan gigi dan mulut pada balita perlu diperhatikan sejak dini karena dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, tidur, serta tumbuh kembang anak. Kader posyandu memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu balita, sehingga perlu diberikan pelatihan agar mampu menyampaikan informasi kesehatan secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memberikan pendidikan kebersihan gigi dan mulut kepada ibu balita di Desa Purbatua Pijorkoling (PK), Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Kegiatan dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2026 dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pelatihan kader, penyuluhan kesehatan, demonstrasi cara menyikat gigi yang benar, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi. Sasaran utama kegiatan adalah 10 kader posyandu, sedangkan 25 ibu balita dilibatkan sebagai sasaran edukasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dengan kategori baik dari 23% menjadi 71%, sedangkan kategori kurang menurun dari 26% menjadi 6%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan kader posyandu efektif dalam meningkatkan pendidikan kebersihan gigi dan mulut pada ibu balita serta memperkuat peran kader sebagai agen edukasi kesehatan di masyarakat</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhanifah Siregar, Lena Juliana Harahap