EDUKASI DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI DESA PURBATUA PK KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA TAHUN 2025
Keywords:
pernikahan dini, kesehatan reproduksi, remajaAbstract
Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia di bawah 19 tahun dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Praktik pernikahan dini berisiko menimbulkan berbagai dampak negatif, khususnya terhadap kesehatan reproduksi remaja, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Remaja yang menikah pada usia muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, komplikasi kehamilan dan persalinan, bayi berat lahir rendah, serta gangguan kesehatan mental akibat ketidaksiapan menjalani peran sebagai pasangan dan orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di Desa Purbatua PK Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sasaran kegiatan adalah 30 remaja usia 15–19 tahun. Intervensi dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan menggunakan media presentasi dan leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai dampak pernikahan dini, yaitu sebesar 48%. Setelah diberikan edukasi kesehatan reproduksi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana 85% remaja berada pada kategori pengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang risiko pernikahan dini. Disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang efektif dalam mencegah pernikahan dini. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lenajuliana Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

